Selasa, 20 September 2022

Dugaan Reza Arap Selingkuh, Wendy Walters: Terima Kasih Atas Traumanya

Reza Arap sedang jadi sorotan dan pembicaraan hangat publik di jagat maya karena isu perselingkuhan.

Hal ini terungkap melalui tulisan yang dibagikan Wendy Walters istri Reza Arap di media sosial.

Wendy menuliskan soal isu perselingkuhan dan sosok perempuan yang sudah berusaha menjadi istri terbaik.


"Apa iya ada alasan yang cukup menjustifikasi perselingkuhan di saat perempuan udah berusaha jadi istri yang baik, diem di rumah dan ga macem-macem?" tulis Wendy Walters di Twitter yang dikutip pada Rabu (21/9).

Selain itu, Wendy juga membahas soal komunikasi yang menjadi kunci dari sebuah hubungan.

Wendy pun berujar bahwa hari yang lelah tak seharusnya disembuhkan dengan melakukan hubungan intim bersama orang lain.

"Apa iya cape hati bisa sembuh dengan fuck around? Bukannya kunci hubungan itu komunikasi? bukan fuck around?" ungkap Wendy.

Wendy mengaku akan merasa malu bila tak mampu menjaga pasangan yang sampai melakukan perselingkuhan.

"Gw sih kalo punya pasangan dan pasangan gw selingkuh, berarti diri gw yang gak bisa menuhin apa yang cowo gw inginin dan pastinya gw malu HAHAH,"  tulis Wendy.

Selain itu, dugaan Reza Arap melakukan perselingkuhan juga semakin menguat lantaran Wendy menghapus hampir semua foto kebersamaan dengan sang suami.
Wendy masih menyisakan foto pernikahan dengan Reza Arap di media sosial. Namun, keterangan foto tersebut justru membuat isu perselingkuhan Reza Arab semakin menguat.

"Persetan? terima kasih atas traumanya," tulis Wendy Walters.

Share:

Minggu, 18 September 2022

Hari Ini Putusan Banding Ferdy Sambo Dibacakan!


Sidang banding pemecatan eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo digelar hari ini. Polri memastikan hasil sidang banding itu langsung diumumkan begitu sidang selesai.


"Ya hari ini infonya (pembacaaan putusan banding)," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo dilansir detikNews, Senin (19/9/2022).

Diketahui pada sidang Komite Etik Profesi Polri (KEPP) diputuskan bahwa Ferdy Sambo dijatuhi hukuman pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH). Atas putusan itu dia pun mengajukan banding.

Ferdy Sambo Banding

Ferdy Sambo dinyatakan melanggar kode etik dan dijatuhi sanksi PTDH atau dipecat dari Polri terkait kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ferdy Sambo menyatakan banding atas putusan pemecatannya itu.

"Kami mengakui semua perbuatan serta menyesali semua perbuatan yang kami telah lakukan terhadap institusi Polri. Namun mohon izin sesuai dengan Pasal 69 Perpol 7/2022 izinkan kami mengajukan banding. Apa pun putusan banding, kami siap untuk melaksanakan," ujar Ferdy Sambo dalam sidang etik, Jumat (26/8) dini hari.

Ferdy Sambo juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua. Dia dijerat sebagai tersangka bersama empat orang lain, yakni Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky, Putri Candrawathi, dan Kuat Ma'ruf.

Ferdy Sambo dkk dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Mereka terancam hukuman mati.

Ferdy Sambo diduga memerintahkan Bharada Richard Eliezer untuk menembak Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Ferdy Sambo juga diduga merancang skenario seolah Brigadir Yosua tewas dalam baku tembak dengan Bharada Eliezer di rumah dinasnya pada Jumat (8/7).

 VIDEO VIRAL SAMBO

Share:

Sabtu, 17 September 2022

Pilu! Bocah di Medan Diperkosa Pacar Ibunya, Kini Positif HIV



Seorang bocah berusia 12 tahun di Medan menjadi korban perkosaan dan kini dinyatakan positif HIV. Salah satu pelaku disebut merupakan pacar ibu korban.

Dilansir detikSumut, Jumat (16/9/2022), pengacara korban, Arianto Nazara, menjelaskan kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Medan.

"Diduga pelaku yang kita laporkan ada tiga, yakni berinisial L, A, dan B. Di antaranya ada pacar ibunya berinisial B," kata pengacara JA, Arianto Nazara di Polrestabes Medan, Jumat (16/9/2022).

Arianto mengatakan dia datang ke Mapolrestabes Medan untuk mengikuti proses pemeriksaan saksi. Beberapa saksi yang diperiksa di antaranya nenek korban.

Awal Mula Kasus Perkosaan
Korban disebut Arianto diperkosa sejak berumur 7 tahun. Saat itu korban masih tinggal bersama ibunya. Sementara ayah korban telah tak tinggal bersama dengan mereka.

Selama itulah pacar ibu korban yang berinisial B ikut tinggal bersama mereka. Hingga akhirnya ibu korban meninggal dunia.

Saat itu korban kemudian tinggal bersama neneknya. Namun korban masih tinggal berpindah-pindah dan malah mendapat pelecehan seksual dari terlapor berinisial L dan A.

"Pengakuan korban, berkali-kali mendapati pelecehan seksual. Bisa dibilang lebih dari lima kali," ungkapnya.

Korban Terinfeksi HIV
Tim Fortune Community yang mendampingi kondisi kesehatan korban, Sri Wati, mengatakan kini korban berada di salah satu yayasan terkait para penderita HIV.

Secara berkala, korban berkonsultasi ke RSUP Adam Malik.

"Keluhannya tidak ada lagi. Sekarang berat badannya sudah mulai naik. Nah, tapi karena juga mengidap gizi buruk, (korban) mengeluh kalau jalan kakinya sakit," kata Sri.

Dia pun menceritakan bagaimana akhirnya bisa berjumpa dengan korban. Awalnya, Sri ditelepon oleh kerabat korban. Saat ditemui, korban mengeluh sakit di bagian perut dan tidak kunjung sembuh

Share:

Hacker Bjorka Disebut-sebut Bocah Cirebon

 Hacker Bjorka Disebut-sebut Bocah Cirebon

Sosok hacker Bjorka masih menjadi teka-teki. Pemerintah pun masih memburu hacker yang menjual 1,3 miliar data registrasi SIM Card dan doxing pejabat di Tanah Air. Namun muncul kabar yang mengejutkan di media sosial. Bjorka disebut-sebut bocah Cirebon.

Informasi tersebut diungkap akun Instagram @volt_anonym.
Dia mengklaim sebagai hacker Indonesia.

"Data yang katanya 133M dari meretas Kominfo tidak lebih isinya cuma 200 data saja dan itu pun di copy sehingga banyak data yang sama seolah-olah data yang dia curi sebanyak 133M padahal cuma 200 an," tulis akun @volt_anonym.

"Ini sama saja data dump (sampah) yang sudah banyak kadaluarsa," tulis akun tersebut.

Akun @volt_anonym juga menuding Bjorka memiliki tim. "Aing tau lu punya tim,lu bagian pansos dan tim lu bagian sebar data dan repost," kata akun itu.

"Disitu kelen bisa melihat data yang sama, jadi mereka cuma copy lalu input lagi dan seterusnya sampai jumlahnya banyak sehingga seolah-olah data yang mereka curi itu sebanyak 133M. Padahal ya cuma 200 an doang dan itu pun data dump," tulis sang hacker.

Tak sampai di situ, lewat akun alternatifnya @voltcyber_v2, sang hacker memposting video yang diklaim menunjukkan siapa sosok asli Bjorka.

Tapi tentunya untuk memastikan siapa sosok Bjorka kita harus menunggu hasil investigasi pemerintah dan jangan termakan isu. Saat ini pihak Polri masih bekerja mengusut hal ini sehingga belum diketahui siapa sebenarnya identitas hacker Bjorka.

"Tim gabungan masih bekerja," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (14/9/2022).

Diketahui bahwa Dittipidsiber Bareskrim Polri ikut terlibat dalam tim khusus yang dibuat pemerintah untuk mengusut Bjorka. Dedi mengatakan pihaknya akan memberikan informasi selanjutnya terkait hal ini.

Sebelumnya pemerintah memastikan data negara yang bersifat rahasia tidak bocor. Terkait hacker Bjorka yang membocorkan beberapa data, pemerintah mengatakan sudah mengetahui gambaran sosok Bjorka.

"Kemudian, kita terus menyelidiki karena sampai saat ini memang gambaran-gambaran pelakunya sudah teridentifikasi dengan baik oleh tim dan polisi. Tetapi belum bisa diumumkan," ujar Menko Polhukam Mahfud Md saat jumpa pers di kantornya, Rabu (14/9).

Mahfud mengatakan tim khusus perlindungan data sudah mengetahui sosok Bjorka. Mahfud menyebut pemerintah mengetahuinya lewat alat pelacak.

"Gambaran-gambaran siapa dan di mananya itu kita sudah punya alat untuk melacak itu semua," katanya.
Share:

Senin, 12 September 2022

Brankas Milik Dara Arafah Digondol Mantan ART, Sempat Matikan CCTV Rumah

 Brankas Milik Dara Arafah Digondol Mantan ART, Sempat Matikan CCTV Rumah

Naas tengah dialami selebgram Dara ArafahBrankas miliknya yang tersimpan di rumah dibawa kabur oleh mantan asisten rumah tangganya (ART)

Kabar tersebut dibagikan oleh Dara Arafah melalui akun Instagramnya yang terverifikasi @daraarafah. Wanita 22 tahun itu mengatakan saat kejadian ia sedang tidak ada di rumah.

'inalilahi wainalilahi rojiun.Masih shock banget mantan pembantu bawa kabur berangkas gue😭 kejadian nya tanggal 4 kemarin pas gue lagi gaada di rumah," tulis Dara Arafah di Instagramnya sembil mengunggah video CCTV, Selasa (6/9/2022).


Sebelum membawa kabur brankas, ART sempat berpamitan dengan ibunda Dara Arafah untuk pulang kampung ke Cilacap karena ibunya meninggal dunia. Bahkan ARTnya sempat meminta ongkos kepaa ibunda Dara Arafah.

"Dia (ART) bahkan sempet pamit sama nyokap gue karna alesan nya ibu nya meninggal di kampung,Dan sempet minta uang ongkos buat pulang," tulis Arafah lagi.


Seperti profesional dalam melakukan kejahatannya, ART tersebut sempat mematikan CCTV di dalam rumah. Dara Arafah mengetahui perbuatan pelaku dari CCTV milik komplek tempatnya tinggal.

"Nama pelaku nya MURSIDAH USIA 52 tahun tinggal di dusun sidaurip Cilacap.Dia sempet matiin seluruh CCTV yang ada dirumah. Vidio ini di dapet dari CCTV komplek," tulis Dara Arafah melanjutkan.

Share:

Ferdy Sambo Lolos dari Pembunuhan Berencana

 Ferdy Sambo Lolos dari Pembunuhan Berencana

Mantan Hakim Agung Kamar Pidana Umum dan Militer 2011-2018, Prof. Gayus Lumbuun, menilai ada sejumlah hal yang memperlihatkan tindakan Irjen Ferdy Sambo memerintahkan pembunuhan terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat bukan aksi yang terencana.

Gayus menyampaikan hal itu saat diwawancarai Aiman Witjaksono dalam program Aiman di Kompas TV. Mulanya Aiman mempertanyakan alasan Ferdy Sambo yang merupakan perwira tinggi Polri yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadivpropam) Polri memerintahkan pembunuhan terhadap Yosua di rumah dinas.

Gayus menilai hal itu memperlihatkan argumennya yakni pembunuhan terhadap Yosua kemungkinan besar adalah tindakan spontan dari Sambo.

"Menguatkan yang saya sampaikan. Artinya kalau tidak ada pengaruh-pengaruh obat atau pengaruh-pengaruh emosi yang tidak. Emosi tidak diatur di hukum, tidak pernah, tetapi kalau pengaruh yang lain sehingga membuat orang ini tidak stabil, itu kan tidak terencana," kata Gayus

Petunjuk lain, kata Gayus, yang menyiratkan tindakan Sambo yang memerintahkan pembunuhan terhadap Yosua adalah terkait lokasi kejadian. Pembunuhan terhadap Yosua terjadi di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jalan Duren Tiga Utara I, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022 lalu. Sebab menurut Gayus, jika Sambo memang sudah merencanakan membunuh Yosua, kemungkinan besar hal itu tidak dilakukan di tempat yang memungkinkan hal itu terlihat oleh orang lain.

"Termasuk di lingkungan yang tadi. Kenapa dia lakukan di tempat rumahnya yang jelas akan ada banyak orang lihat. Ada banyak orang. Kenapa tidak diperintahkan ditahan saja. Di dalam tahanan kan cuma sekelompok orang saja, misalnya. Itu menunjukkan dia tidak berencana," 

Gayus juga menilai, jika penyidik Polri dan jaksa tidak bisa membuktikan dalam persidangan terjadi perencanaan untuk membunuh Yosua, maka kemungkinan Sambo bisa tidak terbukti melakukan perbuatan seperti dalam sangkaan Pasal 340 KUHP yang dikenakan kepadanya saat ini.
Share:

Jumat, 09 September 2022

Raja Charles III Angkat William Sebagai Prince of Wales

 Raja Charles III Angkat William Sebagai Prince of Wales


Raja Charles III menyampaikan pidato pertamanya kepada warga Inggris setelah kematian ibunya Ratu Elizabeth II. Raja Charles III juga mengumumkan pengangkatan William sebagai Prince of Wales (Pangeran Wales).

"William sekarang adalah Pangeran Wales," kata Raja Charles III dalam pidato televisi pertamanya seperti dilansir CNN, Sabtu (10/9/2022).

Pidato tersebut telah direkam sebelumnya dan ditayangkan pada pukul 18.00 waktu setempat atau 00.00 WIB. Pada saat yang sama, dilangsungkan juga kebaktian peringatan di Katedral St Paul.

Raja Charles III mengaku bangga mengangkat William sebagai Pangeran Wales. Raja Charles III menyebut gelar Pangeran Wales merupakan gelar yang ia sanjung, gelar ini diketahui sebelumnya digunakan oleh Raja Charles III.

"Hari ini saya bangga mengangkatnya sebagai Pangeran Wales. Negara yang gelarnya sangat saya sanjung selama hidup dan tugas saya," katanya.

"Dengan Catherine di sampingnya, Pangeran dan Putri Wales kita yang baru, saya tahu, akan terus menginspirasi dan memimpin percakapan nasional kita," tambah Raja.

Untuk diketahui William adalah yang pertama di garis takhta. Dia bertugas di militer dari 2006 hingga 2013, berpartisipasi dalam lebih dari 150 operasi pencarian dan penyelamatan helikopter
Share:

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.